Deretan Pasukan Elite Dunia Langganan Latihan dengan TNI

Deretan Pasukan Elite Dunia Langganan Latihan dengan TNI
Pasukan elite TNI pernah melakukan latihan gabungan dengan pasukan elite dari beberapa negara. Tujuan latihan gabungan ini seperti mempererat kerja sama di antara kedua institusi militer.
Banyak materi latihan yang mereka lakukan, seperti latihan dasar hingga latihan langsung terjun ke lapangan. Meskipun berbeda negara, namun latihan gabungan tersebut berjalan lancar.
Berikut latihan gabungan antara pasukan elite TNI dengan pasukan elite dunia:

Latihan Gabungan Marinir TNI AL dan US Marine

marinir tni al dan us marine rev2
Korps Marinir TNI AL dan Marinir Amerika Serikat menggelar latihan bersama di Bhumi Marinir Gedangan, Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (13/6) hingga Senin (17/6).
Latihan yang bertajuk Subject Matter Expert Exchange (SMEE) Neo dan R2P2 2019 ini diikuti oleh 40 orang, terdiri dari 28 prajurit Korps Marinir TNI AL, 3 prajurit USMC, 4 orang Narasumber dari Kemenlu dan BPBD/SAR dan 5 orang Observer dari Mabesal dan Kormar.
Latihan bersama ini sebagai kerja sama bidang pertahanan antara Pemerintah Republik Indonesia dengan Pemerintah Amerika Serikat.
Komandan Korps Marinir Mayor Jenderal TNI (Mar) Suhartono berharap dengan dilaksanakannya latihan bersama, akan terwujudnya pemahaman dalam melaksanakan NEO serta terwujudnya pemahaman dalam mengaplikasikan R2P2 dalam Operasi Militer termasuk dalam NEO.
"Kemudian mekanisme latihan sesuai dengan rencana pengamanan latihan yang berlaku dan menciptakan hubungan personal atau silaturahmi antara sesama Marinir guna mewujudkan 'Marines Brotherhood'," katanya.

Latihan Bersama Kopaska dan Navy SEAL

kopaska dan navy seal rev2
Sudah sering dilakukan latihan bersama Navy Seal dengan Kopaska, tepatnya sudah 32 tahun dan 64 kali. Dalam buku Kopaska, Spesialis Pertempuran Laut Khusus yang diterbitkan dalam rangka 50 tahun Kopaska.
Latihan pun disimulasikan seperti pertempuran sungguhan. Lengkap dengan peluru tajam. Sedangkan materi latihan bersama beragam mulai mengatasi pembajakan, perang hutan, hingga terjun bebas dan mendarat ke laut.
Navy Seal pun merasa perlu mempelajari beberapa taktik dari saudaranya jauhnya di Indonesia.
Salah satu yang diajarkan Kopaska pada Navy SEAL adalah pembuatan booby trap alias jebakan dari bahan-bahan yang sudah ada di hutan. Ranting, kayu dan akar-akaran bisa jadi senjata mematikan jika dipadukan dengan senjata atau peledak yang sudah ada.
Ternyata dalam peperangan modern, hal itu masih sangat menakutkan. Untuk itu Navy Seal merasa perlu mempelajarinya. Latihan bersama aspek darat, laut dan udara ini biasanya mengambil tempat di Guam Naval Base dan US Anderson Air Force, jika Navy Seal jadi tuan rumah. Sementara di Indonesia digelar di Surabaya dan Banyuwangi.

Latihan Bersama Kopassus dan SASR Australia

kopassus dan sasr australia rev2
Pasukan elit Australia memuji kehebatan Kopassus sebagai salah satu satuan elite di TNI Angkatan Darat. Pengakuan itu keluar dari mulut Komandan Operasi Khusus Australia (Socaust) Mayor Jenderal Jeff Sengelman usai menghadiri Latihan Bersama Dawn Komodo antara Kopassus dan Special Air Service Regiment (SASR) Australia.
"Dari demonstrasi yang dilihat tadi yang dipertunjukkan oleh prajurit Kopassus, saya yakin motto, skill, dan keterampilan prajurit Kopassus masih yang terhebat di dunia," kata Mayjen Jeff Sengelman, Rabu (27/7/2016).
Danjen Kopassus Mayjen Herindra menjelaskan latihan bersama merupakan kesempatan untuk saling tukar pengalaman antara Kopassus dengan Special Operations Command (SOCOMD) Australia. Apalagi, Australia memiliki pengalaman langsung saat diterjunkan ke Afghanistan dan negara-negara lain, utamanya dalam penanggulangan terorisme. "Kita tahu bahwa The Special Operations Command Australia punya pengalaman yang sangat baik terutama bagaimana mereka melakukan operasi penanggulangan terorisme di Afghanistan," papar Herindra.

Kopassus dan Grup Gerak Khas Malaysia

grup gerak khas malaysia rev2
Pasukan Kopassus TNI AD menggelar latihan bersama Grup Gerak Khas (GGK) 21 Tentera Darat Malaysia. Latihan dua pasukan komando itu digelar pada akhir Mei 2014 di Markas GGK di Iskandar Camp, Mersing, Johor, Malaysia. GGK-21 sudah beberapa kali menggelar latihan dengan Kopassus TNI AD.
Beberapa materi latihan mereka lakukan, yaitu latihan penyerbuan ruangan (Close Quarter Battle), materi Vehicle Assault (serbuan kendaraan) dan Method of Entry serta materi-materi pasukan khusus lainnya.
Brigjen TNI M. Herindra, yang saat itu menjabat sebagai Wadanjen Kopasssus menjelaskan bahwa latihan ini dilakukan selain untuk menguji teknik dan taktik militer yang dimiliki pasukan khusus kedua negara, juga ditujukan agar terjalin komunikasi dan interaksi yang baik karena tidak menutup kemungkinan akan bertemu kembali di masa yang akan datang. [has]
merdeka

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel